Benedict Rogers, dari kelompok pemantau Hong Kong Watch, termasuk yang vokal. Menurutnya, jika rencana itu disetujui, sangat mungkin lokasi baru itu akan dimanfaatkan untuk kegiatan spionase.
"Ada kabel komunikasi bawah tanah yang sensitif di dekat sana," katanya, menyebut alasan keamanan nasional.
Rogers juga menuding China telah melakukan "kampanye penindasan transnasional" terhadap diaspora dan para kritikusnya di berbagai negara.
Salah seorang pengunjuk rasa, yang hanya mau menyebut namanya Brandon, mengaku takut akan pembalasan. "Ini menimbulkan banyak kekhawatiran bagi kami," ujarnya, mewakili rasa was-was yang tampak jelas di antara kerumunan.
Protes ini seperti jadi puncak gunung es. Semuanya kini menunggu keputusan akhir pejabat setempat, yang akan menentukan apakah kompleks kedutaan mega itu benar-benar akan berdiri di tepi Sungai Thames.
Artikel Terkait
Gus Yahya: Indonesia Harus Manfaatkan Keanggotaan di Badan Perdamaian untuk Redakan Timur Tengah
Presiden Azerbaijan Tuduh Iran Lakukan Aksi Teror Usai Serangan Drone
Penerimaan Pajak Melonjak di Awal 2026, Ekonom Soroti Hasil Reformasi
Kim Jong Un Tinjau Uji Rudal Kapal Perang, Sebut Kemajuan Senjata Nuklir Angkatan Laut