Benedict Rogers, dari kelompok pemantau Hong Kong Watch, termasuk yang vokal. Menurutnya, jika rencana itu disetujui, sangat mungkin lokasi baru itu akan dimanfaatkan untuk kegiatan spionase.
"Ada kabel komunikasi bawah tanah yang sensitif di dekat sana," katanya, menyebut alasan keamanan nasional.
Rogers juga menuding China telah melakukan "kampanye penindasan transnasional" terhadap diaspora dan para kritikusnya di berbagai negara.
Salah seorang pengunjuk rasa, yang hanya mau menyebut namanya Brandon, mengaku takut akan pembalasan. "Ini menimbulkan banyak kekhawatiran bagi kami," ujarnya, mewakili rasa was-was yang tampak jelas di antara kerumunan.
Protes ini seperti jadi puncak gunung es. Semuanya kini menunggu keputusan akhir pejabat setempat, yang akan menentukan apakah kompleks kedutaan mega itu benar-benar akan berdiri di tepi Sungai Thames.
Artikel Terkait
Menteri Agama Usulkan Cabang Al-Azhar di Indonesia untuk Mahasiswa Asia Tenggara
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Empang Bogor, Awalnya Dikira Boneka
Tol Sedyatmo Tergenang, Akses ke Bandara Soetta Terganggu
Tim SAR Temukan Korban Pertama Pesawat Hilang di Tebing Gunung Bulusaraung