Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi tragis. Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pesawat tersebut menabrak lereng Gunung Bulusaraung. Insiden ini, kata mereka, masuk dalam kategori Controlled Flight Into Terrain atau CFIT.
Koordinator tim SAR sudah mengonfirmasi titik jatuhnya pesawat berada di kawasan perbukitan itu, tepatnya di Kabupaten Pangkep. Serpihan pesawat berserakan di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut.
Soerjanto Tjahjono, Kepala KNKT, memberikan penjelasan lebih detail dalam konferensi pers di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
"Kita namakan kejadian ini CFIT, controlled flight into terrain. Intinya, pesawat menabrak bukit atau lereng gunung. Tabrakan itu menyebabkan pesawat pecah berkeping-keping," ujar Soerjanto.
Artikel Terkait
Masalah Mesin Dikenali Sebelum ATR 42 Jatuh di Bulusaraung
Prabowo Buka Diplomasi 2026 dengan Lawatan Intens ke Inggris dan Swiss
Kapolda dan Anggota DPR Turun Langsung Jenguk Nenek Korban Keroyok Penambang Ilegal
Menteri Agama Usulkan Cabang Al-Azhar di Indonesia untuk Mahasiswa Asia Tenggara