Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi tragis. Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pesawat tersebut menabrak lereng Gunung Bulusaraung. Insiden ini, kata mereka, masuk dalam kategori Controlled Flight Into Terrain atau CFIT.
Koordinator tim SAR sudah mengonfirmasi titik jatuhnya pesawat berada di kawasan perbukitan itu, tepatnya di Kabupaten Pangkep. Serpihan pesawat berserakan di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut.
Soerjanto Tjahjono, Kepala KNKT, memberikan penjelasan lebih detail dalam konferensi pers di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
"Kita namakan kejadian ini CFIT, controlled flight into terrain. Intinya, pesawat menabrak bukit atau lereng gunung. Tabrakan itu menyebabkan pesawat pecah berkeping-keping," ujar Soerjanto.
Artikel Terkait
Presiden UEA Tegaskan Negara Bukan Target Mudah di Tengah Eskalasi Konflik
BPBD DKI Naikkan Status Pintu Air Pasar Ikan ke Siaga 2 Usai Hujan Deras
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Enam Tahun Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Kabupaten Lebong, Bengkulu