Dia menduga, sebelum kecelakaan terjadi, pesawat masih sepenuhnya berada dalam kendali pilot.
"Jadi dikategorikan CFIT. Artinya, pesawatnya bisa dikontrol, tapi akhirnya menabrak medan. Bukan karena kesengajaan," lanjutnya.
Namun begitu, Soerjanto belum mau berspekulasi lebih jauh. Apa yang sebenarnya memicu pesawat yang masih terkendali itu hingga akhirnya menghunjam lereng gunung, masih menjadi misteri yang harus diungkap penyelidikan.
"Pesawatnya masih dalam kendali pilot. Tidak ada indikasi masalah pada sistem kendalinya. Itulah makna dari istilah CFIT tadi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Presiden UEA Tegaskan Negara Bukan Target Mudah di Tengah Eskalasi Konflik
BPBD DKI Naikkan Status Pintu Air Pasar Ikan ke Siaga 2 Usai Hujan Deras
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Enam Tahun Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Kabupaten Lebong, Bengkulu