Dia menduga, sebelum kecelakaan terjadi, pesawat masih sepenuhnya berada dalam kendali pilot.
"Jadi dikategorikan CFIT. Artinya, pesawatnya bisa dikontrol, tapi akhirnya menabrak medan. Bukan karena kesengajaan," lanjutnya.
Namun begitu, Soerjanto belum mau berspekulasi lebih jauh. Apa yang sebenarnya memicu pesawat yang masih terkendali itu hingga akhirnya menghunjam lereng gunung, masih menjadi misteri yang harus diungkap penyelidikan.
"Pesawatnya masih dalam kendali pilot. Tidak ada indikasi masalah pada sistem kendalinya. Itulah makna dari istilah CFIT tadi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Masalah Mesin Dikenali Sebelum ATR 42 Jatuh di Bulusaraung
Prabowo Buka Diplomasi 2026 dengan Lawatan Intens ke Inggris dan Swiss
Kapolda dan Anggota DPR Turun Langsung Jenguk Nenek Korban Keroyok Penambang Ilegal
Menteri Agama Usulkan Cabang Al-Azhar di Indonesia untuk Mahasiswa Asia Tenggara