Lalu, terkait angin kencang yang bisa mencapai 75 km/jam, dia punya imbauan spesifik. "Penertiban atau pemangkasan pohon tua dan baliho di jalan raya perlu dilakukan. Tujuannya jelas, meminimalkan risiko tumbang. Selain itu, tempat evakuasi yang layak dan jalur evakuasi yang lancar juga harus disiapkan dari sekarang," sambungnya.
Di sisi lain, Huda mengingatkan bahwa sektor transportasi juga harus siaga penuh. Otoritas pelabuhan di wilayah utara dan timur Indonesia diminta tegas menerapkan sistem penundaan keberangkatan kapal jika gelombang terlalu tinggi.
"Untuk penerbangan, otoritas bandara harus mewaspadai munculnya awan cumulonimbus (Cb) di sekitar pusaran siklon. Awan ini bisa menyebabkan turbulensi ekstrem pada pesawat," imbuhnya.
Lantas, daerah mana saja yang perlu meningkatkan kewaspadaan? Berdasarkan pantauan BMKG, berikut daerah-daerah yang diimbau waspada:
Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di:
- Kalimantan Utara bagian utara
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Maluku bagian selatan
Angin kencang perlu diwaspadai di:
- NTT
- Maluku bagian selatan
Sementara untuk gelombang tinggi, peringatan berlaku di sejumlah perairan. Gelombang bisa mencapai 2,5 meter di perairan seperti Sangihe-Talaud, Selat Bali-Lombok, hingga Laut Sawu dan Laut Banda bagian selatan.
Yang lebih ekstrem, gelombang setinggi 4 meter berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Babar, perairan Kupang, Samudra Hindia selatan NTT, dan Laut Arafuru bagian barat. Nelayan dan kapal yang melintas di zona-zona ini diharap ekstra hati-hati.
Artikel Terkait
Peta Terbaru BIG: Thailand Berganti Nama Jadi Tailan
Prabowo dan Jokowi Duduk Berdampingan, Saksi Pernikahan Sekpri di Tengah Rapat Elite
Hujan Tak Kenal Henti, 36 RT di Jakarta Terendam Banjir
Genangan 5-60 Cm Rendam Kelapa Gading, Gang Masjid Paling Parah