"Beberapa instruksi lanjutan disampaikan ATC agar pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai prosedur," ujar Lukman.
Sayangnya, setelah arahan terakhir diberikan, komunikasi dengan pesawat mendadak terputus sama sekali. Situasi ini memaksa ATC mendeklarasikan fase darurat atau DETRESFA. Segala prosedur standar langsung dijalankan.
AirNav Indonesia cabang MATSC buru-buru berkoordinasi dengan RCC Basarnas Pusat dan Polres Maros untuk mendukung upaya pencarian. Crisis Center juga dibuka di Terminal Keberangkatan bandara sebagai pusat koordinasi informasi. Tak lupa, pemberitahuan untuk penerbang lain (NOTAM) segera disiapkan terkait operasi SAR ini.
Mobilisasi Besar-besaran Tim SAR
Dugaan sementara, pesawat ATR itu jatuh di area Kabupaten Maros. Maka, tidak tanggung-tanggung, sekitar 400 personel SAR dari berbagai elemen dikerahkan untuk turun langsung melakukan pencarian.
Suasana di lokasi pun jadi ramai. Dari pantauan di Kampung Panaikang, Kelurahan Panaikang, Bantimurung, sejak sore hari Sabtu (17/1) posko sudah dipadati personel tim gabungan. Warga setempat juga banyak yang berkerumun, ingin tahu perkembangan terbaru.
Akses jalan menuju posko pencarian macet oleh lalu lintas kendaraan operasional berbagai instansi. Di udara, helikopter milik TNI terlihat bolak-balik terbang rendah, menyisir area dengan cermat. Pencarian terus berlanjut.
Artikel Terkait
Polres Kampar Gerebek Tambang Galian C Ilegal di Tapung, Tiga Orang Diamankan
Prabowo Restitusi Rp 10,6 Triliun untuk Aceh dan Sumatera Pasca Bencana
Tito Pastikan Dana Rp 10,6 Triliun untuk Aceh dan Sumatera Segera Cair
Tito Karnavian Soroti 17 Wilayah di Sumatera yang Belum Pulih Pascabencana