Di dalam pesawat, disebutkan ada 8 orang kru dan 3 penumpang. Situasinya mendesak, sehingga upaya penyelamatan digarap serius.
Di sisi lain, posko SAR gabungan sudah didirikan di daerah Bantimurung, Maros. Basarnas tak bekerja sendirian. Mereka berkoordinasi dengan TNI untuk memperkuat pencarian dari udara.
"Kami juga berkoordinasi dengan pihak TNI AU untuk memberangkatkan satu unit helikopter Karakal. Ini untuk observasi lewat udara," imbuh Arif menambahkan langkah yang diambil.
Kehilangan kontak ini terjadi lebih awal, sekitar pukul 13.17 Wita di kawasan Leang-leang, Maros. Sejak laporan masuk, personel Basarnas telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Suasana di lapangan tentu saja tegang, sementara langkah-langkah penyelamatan terus dipercepat.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Dorong RUU Perubahan Iklim, Belajar dari Pengalaman UEA
Malam Mencekam di Maros, 400 Personel Buru Pesawat IAT yang Hilang Kontak
Pesawat Delay? Ini Hak Penumpang yang Sering Tak Diketahui
Gus Ipul Pastikan Santunan dan Perlengkapan Salat Segera Tiba untuk Korban Banjir Aceh