Kremlin mengumumkan Vladimir Putin telah menelepon langsung para pemimpin Israel dan Iran. Panggilan yang dilakukan pada Jumat (16/1) itu adalah upaya Moskow untuk meredakan ketegangan yang kian memanas antara kedua negara tersebut. Di tengah situasi yang sudah sangat genting, Putin menawarkan diri sebagai penengah.
Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, presiden Rusia itu berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Tujuannya jelas: mencegah situasi jadi makin runyam.
"Situasi di kawasan tersebut sangat tegang, dan presiden terus berupaya untuk memfasilitasi de-eskalasi," kata Peskov, seperti dilaporkan AFP.
Latar belakangnya memang rumit. Gelombang protes besar-besaran di Iran telah memicu aksi keras dari aparat. Pengamat independen menyebut ribuan orang tewas dalam tindakan represif itu. Amerika Serikat, sekutu utama Israel, sampai mengeluarkan ancaman militer sebagai respons. Iran sendiri tak tinggal diam. Mereka berulang kali menuding AS dan Israel berada di balik kerusuhan, dengan maksud mengoyak persatuan nasional mereka.
Artikel Terkait
Puncak Bogor Malam Ini: Antrean Kendaraan Mengular Hingga Larut
Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar, Pekerjaan Dijalankan Malam Hari
Perahu Kayu Mengarungi Genangan, Warga Pati Bertahan di Tengah Banjir Seminggu
Akses Utama Pulih, Perjuangan ke Pelosok Masih Panjang