Ancaman itu tentu saja dibalas. Pemerintah Iran bersumpah akan membalas dengan menyerang sekutu dan kepentingan AS di kawasan itu. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, punya pandangan sendiri tentang akar kerusuhan. Menurutnya, semua ini dimanipulasi oleh "musuh-musuh Iran" yang ingin melihat negara itu kacau.
Ketegangan terus memanas hingga pertengahan pekan. Hingga Rabu (14/1) lalu, AS masih mengancam akan mengambil tindakan militer, terutama jika Iran nekat mengeksekusi mati para tahanan protes. Isyarat itu dipertegas oleh Duta Besar AS untuk PBB keesokan harinya, Kamis (15/1). Semua opsi, katanya, masih "di atas meja."
Sementara diplomasi berlangsung alot, pergerakan militer sudah terlihat. Kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada pengawalnya diketahui sedang bergerak. Mereka menuju Timur Tengah, meninggalkan perairan Laut China Selatan. Sebuah perpindahan yang tentu saja menarik perhatian banyak pihak.
Artikel Terkait
Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar, Pekerjaan Dijalankan Malam Hari
Perahu Kayu Mengarungi Genangan, Warga Pati Bertahan di Tengah Banjir Seminggu
Akses Utama Pulih, Perjuangan ke Pelosok Masih Panjang
Netanyahu dan Sekutu Arab Desak AS Tahan Serangan ke Iran