Harapannya jelas: program pemberdayaan narapidana harus makin ditingkatkan, baik kualitas maupun jumlahnya. Dia mendorong pemanfaatan balai latihan kerja yang sudah ada. "Bisa rekan-rekan amati, tiru, modifikasi," ujarnya. Kolaborasi dengan pelaku usaha di daerah juga penting.
Gagasan Pemberdayaan: Dari Remisi Hingga Ketahanan Pangan
Soal pemberdayaan ini bukan kali pertama disinggung. Sebelumnya, dalam pertemuan dengan para kepala unit di Semarang, Agus sudah menginstruksikan hal serupa. Bahkan, dia minta Dirjenpas Mashudi merumuskan pemberian remisi tambahan sebagai penghargaan bagi warga binaan yang berkontribusi mengembangkan potensi rekannya. Kebijakan ini diharapkan bisa mempercepat proses pembebasan bersyarat.
Ada lagi gagasan yang menarik, yaitu menyelaraskan pembinaan dengan program Ketahanan Pangan ala Presiden Prabowo. Caranya? Melalui kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan di dalam lapas. Para napi yang terlibat bahkan bakal dapat premi tiap musim panen.
Tak ketinggalan, balai latihan kerja juga harus bisa menghasilkan produk yang laku di pasar. Tujuannya agar karya mereka punya nilai ekonomi, bisa jadi tabungan. Contoh nyatanya sudah ada. Lapas Cirebon berhasil mengekspor produk coco shade buatan narapidana ke Spanyol sebanyak 750 lembar, mengisi satu kontainer penuh. Kisah seperti inilah yang diharapkan bisa terus bertambah.
Artikel Terkait
Pensiun Tak Henti, Mantan Sekjen Kemnaker Terima Rp 12 Miliar dari Kasus TKA
Eropa Terjebak Dilema di Balik Papan Catur Gaza yang Kontroversial
Penyanyi Idol Diduga Terlibat Pemerkosaan Siswi di Belu
Banjir Pandeglang Belum Surut, Warga Keluhkan Krisis Air Bersih dan Gatal-Gatal