Di luar Gedung Capitol, Maria Corina Machado, pemimpin oposisi Venezuela, membuat langkah simbolis yang tak terduga. Ia menyerahkan medali Nobel Perdamaian miliknya kepada Presiden AS, Donald Trump. Padahal, Trump sendiri sudah lama mengaku-ngaku pantas mendapat penghargaan bergengsi itu, bahkan sempat meremehkan kemenangan Machado.
"Saya menyerahkan medali Nobel Perdamaian kepada presiden Amerika Serikat,"
ucap Machada kepada para wartawan, usai pertemuan tertutup dengan Trump di Gedung Putih, Kamis lalu. Pernyataan itu langsung memantik gelombang reaksi.
Namun begitu, langkah ini ternyata lebih bersifat gestur belaka. Komite Nobel Norwegia dengan tegas menyatakan bahwa hadiah Nobel "tidak dapat dicabut, dibagi, atau dialihkan." Nama penerimanya, kata mereka, akan tercatat selamanya. Jadi, meski medali fisiknya berpindah tangan, status Machado sebagai peraih Nobel takkan berubah.
Artikel Terkait
Modus Baru Korupsi TKA: Mantan Sekjen Kemnaker Tampung Rp 12 Miliar Lewat Rekening Orang Lain
Pintu Air Sungai Waridin Jebol, 20 Desa di Kendal Terendam Banjir
Spanduk Larangan Tak Berdaya, Sampah Kembali Menumpuk di Cimanggis
Menteri Agus Andrianto: Pemasyarakatan Bukan Menghukum, Tapi Mempersiapkan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat