Dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara dan Aceh ternyata jauh lebih serius dari yang dibayangkan. Abdul Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, menyoroti hal ini dalam sebuah rapat koordinasi di Kantor Kemendagri, Kamis lalu. Menurutnya, bencana ini bukan cuma soal kerusakan fisik, tapi ancaman nyata bagi perekonomian nasional.
“Yang jelas terlihat di depan mata, angka kemiskinan bakal naik,” tegasnya.
“Kontribusi bencana di Sumatera ini bisa mendongkrak tingkat kemiskinan nasional sekitar 0,49%. Bahkan kemiskinan ekstrem diprediksi naik 0,20%. Data ini harus segera ditindaklanjuti.”
Dia lantas membeberkan dua aspek kritis yang perlu jadi perhatian. Pertama, penanganan segera terhadap kemiskinan baru yang muncul di wilayah Sumatera. Yang kedua, menurutnya justru lebih mengkhawatirkan.
“Jumlah kelas menengah bisa turun drastis,” jelas Cak Imin.
Kekhawatirannya punya alasan. Bencana yang melumpuhkan aktivitas ekonomi membuat banyak warga kehilangan sumber pencaharian. Usaha mandek, modal ekonomi hilang begitu saja. Dalam situasi seperti itu, kemiskinan ekstrem bukan lagi sekadar kemungkinan, tapi bisa jadi kenyataan pahit.
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Lindungi WNI dan Perkuat Diplomasi di Tengah Eskalasi Timur Tengah
Persis Solo Tekuk Persik Kediri 2-1, Peluang Bertahan di Liga 1 Masih Terbuka
Iran Sambut Positif Niat Prabowo Jadi Mediator di Timur Tengah
Kematian Khamenei Picu Perebutan Suksesi di Iran, Majelis Pakar Berhadapan dengan Ancaman dan Intrik