Narasi mereka lebih detail. DHS menyebut saat perkelahian berlangsung di tanah, dua orang lain muncul dari apartemen terdekat. Keduanya ikut menyerang petugas dengan menggunakan sekop salju dan gagang sapu.
Gelombang kecaman pun mengalir deras. Para pejabat terpilih di Minneapolis dan negara bagian Minnesota tak tinggal diam. Mereka mengecam keras tindakan agen DHS dan ICE yang dianggap sudah kelewat batas.
Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, terlihat frustrasi saat berbicara dengan wartawan.
"Ini tidak berkelanjutan," tegasnya. "Kita memiliki agen ICE di seluruh kota dan negara bagian kita yang, bersama dengan Patroli Perbatasan, menciptakan kekacauan. Ini bukan jalan yang seharusnya kita tempuh saat ini di Amerika."
Gubernur Minnesota, Tim Walz, juga bersuara. Dalam sebuah video di media sosial Rabu pagi, dia menyoroti kekacauan dan trauma yang ditimbulkan oleh pemerintah federal terhadap warga Minneapolis. Dia bahkan menyebut praktik interogasi dari pintu ke pintu oleh agen ICE yang "bersenjata, bertopeng, dan kurang terlatih".
Dua insiden beruntun dalam sepekan ini jelas meninggalkan bekas. Kota itu seperti berada di ujung tanduk, mempertanyakan metode penegakan hukum yang justru memicu kekerasan baru.
Artikel Terkait
Mantan Wapres Try Sutrisno Wafat, Dimakamkan di TMP Kalibata
Trio Pejabat Iran Ambil Alih Kepemimpinan Sementara Pasca Wafatnya Khamenei
Jenazah Try Sutrisno Tiba di Rumah Duka, Disemayamkan Sebelum Dimakamkan di Kalibata
Harga Emas Antam Naik Rp 50.000 per Gram di Awal Pekan