Dampaknya langsung terasa. Aktivitas belajar mengajar di SMK Negeri 3 Berbak sempat terhenti, suasana sekolah mendadak hening. Harmonis, Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Jambi, mengaku sangat menyayangkan kejadian ini.
Ia menegaskan, pihaknya akan mengevaluasi tuntutan yang muncul dari siswa dan beberapa guru. Inti tuntutannya, agar Agus Saputra tidak lagi mengajar di sekolah itu.
"Evaluasi akan kami lakukan segera," ungkap Harmonis. "Tentu dengan mengikuti semua ketentuan dan mekanisme yang ada."
Cerita dari sisi siswa lain lagi. Seorang siswa yang mengaku sebagai korban bercerita, awalnya cuma salah paham biasa di kelas. Tapi situasi memanas dengan cepat, emosi meledak, dan akhirnya berujung pada aksi kekerasan yang tak terkendali.
Harapan terakhir kini ada di pundak pihak sekolah. Mereka berharap persoalan ini cepat selesai, agar denyut kehidupan sekolah suara guru mengajar, riuh rendah siswa kembali normal seperti sedia kala.
Artikel Terkait
Qatar Tembak Jatuh Pesawat Iran dan Hentikan Produksi LNG di Tengah Eskalasi
Dubes Iran Desak D-8 Kutuk Serangan AS-Israel Jelang KTT di Jakarta
Bank Jambi Lakukan Rebuild Sistem Menyeluruh Usai Gangguan, Layanan Digital Masih Ditutup
Presiden Iran Ancam Balas Serangan ke Sekolah dan Rumah Sakit di Teheran