Konflik antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur akhirnya melibatkan pihak berwajib. Polres setempat bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi turun tangan, mencoba mendamaikan kedua belah pihak lewat jalur mediasi.
Menurut sejumlah saksi, proses mediasi itu digelar di ruang majelis guru. Ruangan itu tak hanya diisi oleh perwakilan Disdik, tapi juga dihadiri aparat TNI, kejaksaan, dan tentu saja kepolisian. Upaya ini dilaporkan oleh Antara pada Kamis (15/1/2026).
Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Ade Chandra, mengungkapkan komitmennya.
"Kami berupaya mencari solusi terbaik bagi semua pihak," katanya. "Tujuannya jelas, agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan adil dan situasi kembali kondusif."
Ade Chandra juga menyatakan penyesalan mendalam atas insiden yang dinilainya mencoreng dunia pendidikan. Untuk memahami duduk perkara sebenarnya, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh pihaknya.
Namun begitu, ada satu hal yang mengganjal dalam mediasi tersebut. Guru yang terlibat, Agus Saputra, ternyata absen. Ini sudah kedua kalinya ia tidak memenuhi undangan untuk berdamai.
Artikel Terkait
Qatar Tembak Jatuh Pesawat Iran dan Hentikan Produksi LNG di Tengah Eskalasi
Dubes Iran Desak D-8 Kutuk Serangan AS-Israel Jelang KTT di Jakarta
Bank Jambi Lakukan Rebuild Sistem Menyeluruh Usai Gangguan, Layanan Digital Masih Ditutup
Presiden Iran Ancam Balas Serangan ke Sekolah dan Rumah Sakit di Teheran