"Karena nggak bisa "kebuka-buka" dan kunci semua di dalam, aki mobil sudah hampir mati. Itu dari jam 1 pagi sampai jam 6 pagi, "kucoba akalin" ini-itu nggak bisa-bisa,"
tuturnya lagi.
Dilematis memang. Di satu sisi, mobilnya harus segera dimatikan. Di sisi lain, dia harus merelakan bagian mobilnya dirusak. Setelah mempertimbangkan risiko dan biaya perbaikan, Bop akhirnya mengambil keputusan. Daripada merusak bagian lain yang lebih mahal, lebih baik memecahkan kaca samping.
"Akhirnya kupanggil lah damkar buat "pecahin" saja kacanya karena paling murah kerusakannya kalau kaca samping dipecah, "gitu deh","
pungkas Bop menjelaskan alasan di balik panggilan itu.
Jadi, aksi pemecahan kaca yang tampak dramatis dalam video itu sebenarnya sudah atas permintaan sang pemilik. Sebuah solusi darurat yang mungkin terlihat ekstrem, tapi dipilih sebagai jalan keluar termurah dari situasi serba salah yang ia alami.
Artikel Terkait
KSPSI dan KSBSI Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan PPRT di DPR
AS dan Israel Hancurkan Pusat Komando IRGC, Khamenei Dikabarkan Tewas
Pemerintah Tetapkan Sistem Satu Arah, Contra Flow, dan Ganjil-Genap untuk Mudik Lebaran 2026
Polisi Amankan 15 Tersangka Pembunuhan Gajah Sumatera di Konsesi RAPP