"Karena nggak bisa "kebuka-buka" dan kunci semua di dalam, aki mobil sudah hampir mati. Itu dari jam 1 pagi sampai jam 6 pagi, "kucoba akalin" ini-itu nggak bisa-bisa,"
tuturnya lagi.
Dilematis memang. Di satu sisi, mobilnya harus segera dimatikan. Di sisi lain, dia harus merelakan bagian mobilnya dirusak. Setelah mempertimbangkan risiko dan biaya perbaikan, Bop akhirnya mengambil keputusan. Daripada merusak bagian lain yang lebih mahal, lebih baik memecahkan kaca samping.
"Akhirnya kupanggil lah damkar buat "pecahin" saja kacanya karena paling murah kerusakannya kalau kaca samping dipecah, "gitu deh","
pungkas Bop menjelaskan alasan di balik panggilan itu.
Jadi, aksi pemecahan kaca yang tampak dramatis dalam video itu sebenarnya sudah atas permintaan sang pemilik. Sebuah solusi darurat yang mungkin terlihat ekstrem, tapi dipilih sebagai jalan keluar termurah dari situasi serba salah yang ia alami.
Artikel Terkait
Jembatan Bambu yang Rawan di Bekasi Akhirnya Diganti Permanen
Ahok Batal Hadir sebagai Saksi Sidang Korupsi Pertamina Rp285 Triliun
Dua Pria Masturbasi di Bus Transjakarta, Pakaian Korban Jadi Barang Bukti
Revitalisasi Sekolah: Ketika Dana Pendidikan Menggerakkan Ekonomi Daerah