Di sisi lain, Jokowi sendiri membenarkan pertemuan itu terjadi. Saat dijumpai media di rumahnya pada Rabu (14/1), mantan presiden itu menyebut kedatangan Eggi dan Damai Hari Lubis murni untuk bersilaturahmi. Mereka didampingi pengacara, Elida Netty.
"Saya sangat menghargai silaturahmi beliau berdua," kata Jokowi.
Namun begitu, ia tak menampik kemungkinan jalan damai. Jokowi berharap pertemuan itu bisa jadi pertimbangan bagi penyidik untuk opsi restorative justice. "Karena itu adalah kewenangan dari penyidik Polda Metro Jaya," ucapnya.
Lantas, apakah ada permintaan maaf dalam pertemuan itu? Jokowi enggan bertele-tele. "Menurut saya, ada atau tidak itu tidak perlu diperdebatkan. Karena menurut saya niat baik silaturahmi harus saya hormati dan saya hargai," jawabnya, menutup pembicaraan soal itu.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan