Sejumlah prajurit Amerika Serikat harus angkat kaki dari pangkalan militer Al Udeid di Qatar. Kabar ini datang dari dua sumber diplomatik yang enggan disebut namanya. Menurut mereka, pemerintah Qatar beralasan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sedang memanas sebagai pemicu keputusan ini.
Nah, situasinya memang lagi runyam. Washington baru-baru ini mengancam bakal membalas tindakan keras Iran terhadap aksi protes di sana. Teheran tak kalah keras, balik mengancam akan menghajar aset militer dan kapal-kapal AS jika diserang duluan. Jadi, suasana lagi tegang banget.
Lewat sebuah pernyataan resmi, Kantor Media Internasional Qatar mengonfirmasi langkah itu. "Ini diambil sebagai tanggapan atas ketegangan regional yang terjadi saat ini," begitu bunyinya.
"Qatar terus menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan, termasuk tindakan yang berkaitan dengan perlindungan infrastruktur penting dan fasilitas militer," tambah pernyataan itu, mencoba menegaskan bahwa ini soal prosedur keamanan belaka.
Sebelumnya, seorang sumber diplomatik bercerita ke AFP. Katanya, sejumlah personel diminta untuk pergi dari pangkalan itu pada Rabu malam. Sumber kedua membenarkan info yang sama, meski sama-sama minta identitasnya dirahasiakan.
Artikel Terkait
Trump dan Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Korban Jiwa Capai Ratusan
Trump Klaim Khamenei dan Sejumlah Pimpinan Senior Iran Tewas dalam Serangan Udara
PBB Gelar Rapat Darurat Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Guterres Peringatkan Risiko Konflik Luas
Razia Gabungan di Bogor Amankan 124 Botol Miras Selama Ramadan