Dunia kembali menahan napas. Menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan segera menggelar rapat darurat. Situasinya genting. Data yang beredar dari PBB menyebutkan, dampak serangan itu meluas hingga ke dua puluh kota di Iran.
Di tengah ketegangan yang makin memuncak, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tak menyembunyikan kekhawatirannya.
"Aksi militer ini punya risiko besar. Bisa memicu serangkaian peristiwa yang tak bisa dikendalikan siapa pun, apalagi di kawasan yang sudah begitu bergejolak," ujarnya, seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).
Guterres mengaku mendapat laporan soal sejumlah pemimpin Iran yang dikabarkan tewas. Namun begitu, ia mengaku belum bisa mengonfirmasi kabar itu secara independen.
"Saya mendesak de-eskalasi dan penghentian permusuhan, sekarang juga. Kalau tidak, kita berhadapan dengan potensi konflik yang lebih luas. Konsekuensinya akan serius, terutama bagi warga sipil dan stabilitas kawasan. Saya sangat mendorong semua pihak untuk kembali ke jalur diplomasi," tegasnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Hukuman Maksimal untuk Paman Pelaku Penyiksaan Balita di Surabaya
AS dan Israel Serang Iran, Teheran Balas dengan Rudal ke Israel
Serangan Rudal Iran Tewaskan Satu Warga dan Lukai Puluhan di Tel Aviv
Wamenparekraf: Harmoni Imlek Nusantara Bukti Akulturasi dan Penggerak Ekonomi