Ongen Sindir Isu Kerusuhan Februari: "Rayakan Valentine, Jangan Bawa Molotov"
Unggahan dari akun X @ongen_id yang dikenal sebagai Y. Paonganan, Direktur Eksekutif IMI kembali ramai diperbincangkan. Kali ini, ia menyoroti narasi liar yang meramalkan kerusuhan di bulan Februari. Dengan gaya satire yang khas, Ongen seolah menertawakan kecemasan yang sengaja digoreng itu.
Menurutnya, banyak pihak terlalu sibuk "mikir dan ngoceh" soal ancaman huru-hara. Padahal, mereka lupa kalau Februari punya momen bahagia: Valentine's Day. Momentum kasih sayang itu, katanya, harusnya diisi dengan kedamaian, bukan ancaman atau provokasi yang malah bikin resah.
“Februari ada hari bahagia, rasanya mereka nggak pernah ngerayain Valentine Day. Saran gua ikut rayain aja 14 Februari nanti, tapi jangan bawa molotov karena akan mengganggu keintiman,”
Cuitan yang dilengkapi emoji tertawa itu jelas sebuah sindiran. Ia ingin menegaskan, perbedaan politik atau kritik sosial tak boleh berujung pada ancaman anarkis. Di sisi lain, pesannya juga mengingatkan agar publik tak mudah terjebak isu yang digoreng tanpa dasar jelas.
Tak cuma itu, Ongen juga mengingatkan soal potensi kerumunan. Februari, dengan momen Valentine, biasanya ramai dengan kumpulan orang, terutama dari malam hingga dini hari.
“Februari identik dengan Valentine Day, akan banyak massa berkumpul apalagi malam sampai subuh. Agar waspadai Satpol PP,”
Banyak warganet menangkap pesan ini bukan sekadar lelucon. Ini adalah peringatan sosial halus agar kita semua tetap waspada, tapi tidak panik. Gaya bahasanya yang santai justru membuat sindirannya terasa lebih tajam dan mudah dicerna.
Lalu, ada tagar RakyatCintaPrabowo yang ia sematkan. Ini memicu tafsiran beragam. Ada yang bilang itu bentuk dukungan politik, tapi ada juga yang melihatnya sebagai penekanan bahwa stabilitas negara harus dijaga apa pun dinamika politik yang sedang berlangsung. Intinya, jangan sampai perbedaan opini mengganggu ketertiban umum.
Hingga kini, unggahan itu masih terus dibagikan dan dikomentari. Responnya beragam. Sebagian orang menganggapnya sebagai peringatan dini yang serius, sementara yang lain mengapresiasi kecerdasan satire Ongen. Gaya penyampaiannya yang blak-blakan, relevan, dan tepat sasaran dinilai berhasil menyentil isu provokatif yang kerap muncul tiap tahun.
Artikel Terkait
Kementan Pantau Pasokan dan Harga Daging-Telur Jelang Lebaran, Kondisi Umum Stabil
Air Terjun Kali Jodoh di Pinrang: Pesona Alam dan Mitos Pencarian Jodoh yang Ramai Dikunjungi
Tiga Buronan KKB Yahukimo Dibawa ke Jayapura untuk Proses Hukum
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India