Feby tertarik banget buat foto-foto di Stasiun Juanda karena biru lautnya yang ia sukai. Tapi, ada satu hal yang mengganggunya.
Pendapat serupa datang dari Rudi, 24 tahun. Menurutnya, di tengah rutinitas yang kadang bikin stres, kehadiran warna-warna ini seperti penyegar pikiran.
Bagi Rudi, sentuhan warna ini bukan cuma estetika. Itu bisa jadi identitas dan penanda. Ia setuju kalau setiap stasiun punya karakter warna sendiri, karena bisa jadi pengingat visual buat penumpang.
Jadi, perubahan sederhana ini ternyata berdampak lumayan besar. Dari sekadar cat tembok, ia berubah jadi pemecah kejenuhan dan penanda jalan bagi ribuan orang yang hilir mudik setiap harinya.
Artikel Terkait
Gerhana Bulan Total Malam Ini, Umat Islam Dianjurkan Salat Khusuf
KP2MI Siapkan Skenario Kontingensi Lindungi Pekerja Migran di Timur Tengah
OJK Lantik Enam Pejabat Baru untuk Posisi Strategis
Pemuda 21 Tahun Tertangkap Basah Curi Motor di Cipondoh, Rekannya Buron