Feby tertarik banget buat foto-foto di Stasiun Juanda karena biru lautnya yang ia sukai. Tapi, ada satu hal yang mengganggunya.
Pendapat serupa datang dari Rudi, 24 tahun. Menurutnya, di tengah rutinitas yang kadang bikin stres, kehadiran warna-warna ini seperti penyegar pikiran.
Bagi Rudi, sentuhan warna ini bukan cuma estetika. Itu bisa jadi identitas dan penanda. Ia setuju kalau setiap stasiun punya karakter warna sendiri, karena bisa jadi pengingat visual buat penumpang.
Jadi, perubahan sederhana ini ternyata berdampak lumayan besar. Dari sekadar cat tembok, ia berubah jadi pemecah kejenuhan dan penanda jalan bagi ribuan orang yang hilir mudik setiap harinya.
Artikel Terkait
Jantung Gelap Myanmar: Junta Gerebek Pabrik Narkoba Raksasa di Tengah Hutan
Ratusan Pil Ilegal Digagalkan, Pelaku 23 Tahun Diamankan di Batuceper
Greenland Tegaskan Setia ke Denmark, Tolak Isu Aneksasi AS
Satgas PKH Kuasai Jutaan Hektar Lahan, Denda Pelaku Sawit-Tambang Tembus Rp 5,2 Triliun