Investasi itu dilakukan bersama banyak perusahaan global besar dan investor institusional lainnya. Jadi, bukan hal yang eksklusif.
Google juga bersikukuh punya reputasi bersih. Mereka menyatakan tak pernah sekalipun menjanjikan atau memberi imbalan kepada pejabat manapun agar memilih produk mereka. Keputusan menggunakan Chromebook dan layanan Google, kata mereka, murni ada di tangan pihak kementerian.
Di akhir pernyataannya, mereka kembali menegaskan komitmen untuk mendukung transformasi digital di Indonesia. Tentu saja, dengan klaim selalu menjunjung tinggi transparansi dan integritas dalam setiap langkahnya.
Nah, sekarang bola ada di pengadilan. Penjelasan kedua belah pihak sudah disampaikan. Tinggal menunggu bagaimana proses persidangan nanti mengurai benang yang kusut ini.
Artikel Terkait
Prabowo Gebrak BUMN: Sudah Rugi, Minta Tantiem Lagi, Nggak Tahu Malu!
KPK Gelar Pertemuan Darurat Bahas Potensi Korupsi di Impor Energi AS
Anggota DPR Kesal, Menteri Trenggono Diminta Hargai Kami Dikit
Video Adu Jotos Guru dan Siswa di Jambi Viral, Disdik Turun Tangan