Investasi itu dilakukan bersama banyak perusahaan global besar dan investor institusional lainnya. Jadi, bukan hal yang eksklusif.
Google juga bersikukuh punya reputasi bersih. Mereka menyatakan tak pernah sekalipun menjanjikan atau memberi imbalan kepada pejabat manapun agar memilih produk mereka. Keputusan menggunakan Chromebook dan layanan Google, kata mereka, murni ada di tangan pihak kementerian.
Di akhir pernyataannya, mereka kembali menegaskan komitmen untuk mendukung transformasi digital di Indonesia. Tentu saja, dengan klaim selalu menjunjung tinggi transparansi dan integritas dalam setiap langkahnya.
Nah, sekarang bola ada di pengadilan. Penjelasan kedua belah pihak sudah disampaikan. Tinggal menunggu bagaimana proses persidangan nanti mengurai benang yang kusut ini.
Artikel Terkait
Israel dan AS Lancarkan Serangan Rudal, Iran Diguncang Ledakan di Beberapa Kota
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi