Di tengah kerumunan massa aksi ojol di sekitar Kedubes AS, Jakarta Pusat, Rabu (14/1) pagi, ada pemandangan yang tak biasa. Beberapa anggota polisi justru sibuk membagikan roti dan air mineral kepada para pendemo. Aksi itu langsung disambut hangat. Mereka pun menerima dan segera menyantapnya.
Menurut pantauan di lokasi, suasana terlihat lebih cair. Pendekatan persuasif ini rupanya sengaja dihadirkan oleh aparat. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, menegaskan komitmen Polri untuk selalu mengedepankan cara-cara humanis dalam pengamanan unjuk rasa.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib,” jelas Reynold.
Ia melanjutkan, bagi institusinya, pendekatan seperti membagikan roti dan air mineral bukan sekadar simbol. Itu adalah bentuk pelayanan langsung. Upaya konkret untuk menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan tentu saja, pelayan masyarakat.
Di sisi lain, aksi demo yang digelar oleh massa ojek online ini sendiri membawa sejumlah tuntutan. Mereka berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat itu bukan tanpa alasan. Selain menuntut pemerintah RI lebih memperhatikan nasib pekerja ojol, mereka juga menyuarakan solidaritas internasional.
“Iya, salah satu tuntutan kami juga adalah bagaimana bebaskan Maduro,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia, Cecep Saripudin.
Cecep tak berhenti di situ. Ia juga meminta pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Menurutnya, Indonesia harus memberikan kecaman kepada AS atas intervensinya di Venezuela.
“Salah satunya juga kita meminta pemerintah hari ini memberikan satu, apa, kecaman lah terhadap Amerika yang dilakukan terhadap Venezuela,” tegasnya.
Alasannya jelas bagi mereka. Venezuela, dalam pandangan para pengojek ini, adalah negara demokratis dan berdaulat yang hak-haknya harus dihormati.
Artikel Terkait
Karnaval Paskah Semarakkan Semarang, Kibarkan Bendera Raksasa dan Semangat Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Raih Empat Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pengelolaan Kesehatan Terpadu
Kapolsek Cileungsi Menyamar Jadi Satpam dan Ustaz, 1.000 Butir Obat Keras Disita