Hujan deras baru saja reda, meninggalkan lapangan di Desa Donohudan, Boyolali, becek dan licin. Tapi, itu tak menyurutkan semangat. Di tengah kondisi lapangan yang berat, dua tim desa Dawungsari dari Kendal dan Serenan dari Klaten bertarung sengit memperebutkan peringkat ketiga Liga Desa 2026. Yang menarik, pertandingan ini disaksikan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, bersama Wakil Menterinya, Ahmad Riza Patria.
Dari awal, laga sudah berjalan dengan tensi tinggi. Desa Serenan langsung menunjukkan tajinya. Mereka berhasil unggul cepat lewat sebuah umpan panjang yang cerdas, diselesaikan dengan tendangan mendatar yang tak terbendung. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski Dawungsari terus menggempur.
“Juara kecamatan di kabupaten itu berlaga dengan juara kecamatan lain di satu kabupaten. Ketemulah nanti juara kabupaten, nah, juara kabupaten dibuat grup,” jelas Yandri usai pertandingan, mencoba memetakan sistem kompetisi yang rumit ini.
“Grup ini berapa kesempatan ini antar-juara grup antar-kabupaten, empat grup dibuatlah finalnya,” tambahnya.
Memasuki babak kedua, hujan kembali turun. Namun, permainan justru semakin panas. Serenan tampil lebih perkasa. Mereka sukses menambah pundi-pundi gol, salah satunya lewat titik putih. Dawungsari sempat membalas satu gol, memberi sedikit harapan. Tapi, Serenan tak memberi ampun. Mereka kembali melesakkan bola ke gawang lawan. Peluit panjang wasit akhirnya menetapkan skor akhir: 5-1 untuk kemenangan telak Desa Serenan.
Kekalahan memang pahit, tapi semangat kebersamaan tetap terasa. Usai laga, Yandri didampingi perwakilan Bank Jateng menyerahkan medali dan uang pembinaan. Desa Serenan, sebagai Juara III, membawa pulang Rp 30 juta. Sementara Dawungsari, dengan perjuangan keras mereka, mendapatkan Rp 20 juta.
Liga Desa sendiri sudah bergulir dua bulan lalu, kick-off-nya digelar di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang. Bayangkan, kompetisi ini diikuti oleh 7.800 desa se-Jawa Tengah! Sebuah ajang yang benar-benar merakyat.
Di sisi lain, pertandingan final ini jelas jadi tontonan spesial. Tak hanya dihadiri menteri, tampak juga Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, jajaran Forkompimda setempat, dan tentu saja, masyarakat sekitar yang memadati lapangan. Mereka semua menyaksikan langsung gelora olahraga dari tingkat akar rumput yang paling nyata.
Artikel Terkait
Jembatan Peninggalan Belanda di Klaten Hidup Kembali Setelah 13 Tahun
Karnaval Paskah Semarakkan Semarang, Kibarkan Bendera Raksasa dan Semangat Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Raih Empat Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pengelolaan Kesehatan Terpadu