Dini hari yang sunyi di Dramaga, Bogor, berubah jadi mencekam. Seorang pria, RP (30), jadi korban pengeroyokan brutal oleh sejumlah orang tak dikenal. Kejadiannya di Desa Sukawening.
Menurut Kapolsek Dramaga, Iptu AM Zalukhu, tanggal kejadiannya 28 Desember 2025. Tapi ceritanya berawal lebih awal. Rupanya, korban dan beberapa temannya sempat mengusir dua orang yang kedapatan sedang mengambil barang diduga narkoba. Mereka disuruh pulang begitu saja.
Zalukhu menjelaskan kronologinya kepada awak media, Selasa (13/1/2026).
"RP bersama dengan kedua temannya menghampiri kedua orang tersebut. Ternyata pada saat dihampiri, kedua orang tersebut sedang mengambil sesuatu barang yang diduga narkoba," katanya.
Namun begitu, urusan ternyata belum beres. Pukul empat pagi, saat hendak pulang dari kebun jagung, nasib buruk menimpa RP. Dia diadang sekelompok orang.
Serangannya tiba-tiba dan kejam.
"Tiba-tiba salah seorang dari mereka melakukan pemukulan dan pembacokan kepada RP dengan menggunakan senjata tajam ke arah kepala hingga mengalami luka di kepala," ujar Zalukhu menggambarkan kekerasan yang terjadi.
Pelaku langsung kabur, meninggalkan korban dalam kondisi luka parah. RP pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secepatnya.
Di sisi lain, polisi tak tinggal diam. Unit Reskrim Polsek Dramaga langsung bergerak menyelidiki. Upaya itu membuahkan hasil. Pada Kamis, 8 Januari 2026, satu pelaku berhasil diamankan di kediamannya. Dia berinisial AWS (20 tahun).
Penangkapan pertama ini bukan akhir. Penyidikan terus digenjot untuk mengungkap siapa saja yang terlibat. Dua hari kemudian, tepatnya 10 Januari, polisi kembali menangkap seorang pelaku lainnya.
"Pelaku lain berinisial ARA (23) diamankan di tempat kerjanya," sebut Zalukhu.
Dua tersangka kini sudah dalam tahanan. Meski begitu, polisi masih terus memburu pelaku lain yang diduga masih buron.
Artikel Terkait
Ibas Soroti Potensi Ekonomi dan Tantangan Industri Kreatif di Forum Museum Nasional
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Siap Bertarung di Babak Semifinal
Wamen Dalam Negeri: Program Strategis Nasional Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Mendagri Beri Tenggat Satu Pekan untuk Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatera