Latar belakang peresmian ini cukup jelas. Pemerintah punya keinginan kuat untuk menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak. Dengan beroperasinya kilang di Balikpapan, diharapkan devisa negara yang selama ini keluar untuk impor bisa ditekan secara signifikan.
"Dan kalaupun itu belum, tahapan itu belum tercapai, setidak-tidaknya kita mengurangi devisa kita yang keluar," ujar Prasetyo menegaskan.
Setelah dari Balikpapan, perjalanan akan dilanjutkan. Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur menjadi tujuan terakhir. Prasetyo tak merinci agenda spesifik apa yang akan dilakukan Presiden di IKN. Hanya saja, dia menyampaikan dengan nada santai.
"Mohon doa restu, selanjutnya dari Balikpapan akan nengok ke IKN," tutupnya.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi Tetap Terbuka
Hujan Deras dan Angin Kencang Tumbangkan Enam Pohon di Jakarta
Takaichi Berancang-ancang Gelar Pemilu Februari, Pasar dan Beijing Waspada
Tunanetra Terperosok ke Saluran Air Usai Dampingan Transjakarta Cares Berakhir