Latar belakang peresmian ini cukup jelas. Pemerintah punya keinginan kuat untuk menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak. Dengan beroperasinya kilang di Balikpapan, diharapkan devisa negara yang selama ini keluar untuk impor bisa ditekan secara signifikan.
"Dan kalaupun itu belum, tahapan itu belum tercapai, setidak-tidaknya kita mengurangi devisa kita yang keluar," ujar Prasetyo menegaskan.
Setelah dari Balikpapan, perjalanan akan dilanjutkan. Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur menjadi tujuan terakhir. Prasetyo tak merinci agenda spesifik apa yang akan dilakukan Presiden di IKN. Hanya saja, dia menyampaikan dengan nada santai.
"Mohon doa restu, selanjutnya dari Balikpapan akan nengok ke IKN," tutupnya.
Artikel Terkait
Tiga Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Rp9,42 Triliun
Sidang Korupsi Minyak Mentah Berlanjut hingga Dini Hari, Enam Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara
Kemenag-British Council Latih 613 Guru Bahasa Inggris Madrasah
Prabowo Berbuka Puasa Bersama Seluruh Pemimpin Uni Emirat Arab di Abu Dhabi