Meski begitu, dia tetap mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu keputusan resmi lewat sidang isbat.
"Oleh karena itu, berdasarkan hal tersebut sangat dimungkinkan terjadinya perbedaan dalam mengawali puasa. Namun, kami tetap menghimbau agar publik dapat mengikuti keputusan pemerintah," jelas Thobib.
Di sisi lain, Thobib juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan. Perbedaan metode hisab dan rukyat, kata dia, jangan sampai merusak semangat persaudaraan.
"Jika memang hal tidak bisa dihindarkan, di tengah perbedaan (nanti) agar masyarakat tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (kebangsaan)," imbuhnya.
Pesan intinya jelas: apapun hasilnya nanti, saling menghormati adalah kunci. Nuansa perbedaan ini seolah sudah menjadi warna tersendiri dalam menyambut bulan suci di tanah air. Yang penting, esensi Ramadan untuk memperdalam keimanan dan mempererat tali silaturahmi tidak boleh luntur.
Artikel Terkait
Sidang Maraton 12 Jam, 9 Eks Petinggi Pertamina dan Mitra Divonis 9-15 Tahun Penjara
Prabowo dan Presiden UEA Bahas Peningkatan Investasi dalam Pertemuan Bilateral
Pengadilan Vonis 15 Tahun Penjara untuk Anak Riza Chalid atas Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun
Pemerintah AS Ajukan Permintaan ke Mahkamah Agung untuk Cabut Status Perlindungan Warga Suriah