Ketegangan di perbatasan Korea kembali memanas. Kali ini, Korea Utara melontarkan tuduhan serius: sebuah pesawat tanpa awak atau drone disebut melintas secara ilegal dari wilayah Ganghwa di selatan, menuju kota Kaesong di utara pada awal Januari lalu. Pihak Pyongyang bahkan merilis foto-foto puing yang diklaim sebagai drone yang berhasil mereka jatuhkan. Namun, klaim ini langsung ditampik habis-habisan oleh Seoul.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan dengan tegas menyatakan, drone itu bukan bagian dari inventaris atau operasi militernya. Mereka membantah terlibat sama sekali.
Nah, di tengah saling tuduh ini, suara vokal dari Pyongyang muncul. Kim Yo Jong, saudari pemimpin Kim Jong Un, angkat bicara melalui siaran resmi Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Jelas sekali, meski sedikit ada pengakuan atas penyangkalan Seoul, tuntutan untuk pertanggungjawaban tetap menganga. Situasinya jadi rumit.
Di sisi lain, respons dari Korsel tak kalah keras. Militer mereka menyatakan hasil penyelidikan internal: mereka sama sekali tidak memiliki atau mengoperasikan drone pada waktu dan lokasi yang dituduhkan. Presiden Lee Jae Myung turun tangan, memerintahkan penyelidikan cepat dan teliti oleh tim gabungan militer dan polisi. Lee juga berkomentar keras soal kemungkinan drone itu dioperasikan warga sipil.
Namun begitu, Kim Yo Jong tampaknya tak terlalu peduli dengan status drone itu, militer atau sipil.
Artikel Terkait
Putin Sambut Prabowo di Kremlin, Soroti Arti Penting Kunjungan di Tengah Gejolak Global
Warga Malaysia Diserahkan ke Kejaksaan Terkait 99.600 Pil Happy Five di Dumai
Partisipasi Anambas di Popda Kepri 2026 Terancam Gagal Akibat Kekosongan Anggaran
DPR Tegaskan Tak Ada Akses Bebas bagi Pesawat Militer Asing di Ruang Udara Indonesia