Kampung Jamur Konyel menjadi tujuan pertama. Di sana, bantuan langsung dibagikan. Rombongan kemudian melanjutkan distribusi ke Kampung Atu Payung dan Serule dengan jumlah bantuan yang sama untuk masing-masing desa. Di tempat-tempat itu, warga masih benar-benar terisolasi.
Meski sarana belum pulih, aktivitas belajar anak-anak perlahan sudah berjalan. Makanya, penyaluran perlengkapan sekolah ini diharap bisa bantu semangat mereka belajar di tengah situasi pascabencana.
Selain sekadar menyerahkan logistik, para personel juga menyempatkan ngobrol dengan warga. Mereka mendengarkan keluhan dan berusaha memastikan kebutuhan dasar serta keamanan di daerah terpencil itu tetap terjaga.
Setelah semua bantuan tersalurkan, tim akhirnya tiba kembali di Mapolres pada dini hari Sabtu, sekitar pukul empat pagi. Syukurlah, situasi selama perjalanan terpantau aman dan kondusif.
Taufik berharap akses jalan segera dibuka normal. Tak cuma itu, pemulihan sarana komunikasi, penerangan, dan layanan kesehatan terpadu juga jadi harapan besarnya. Agar masyarakat di pelosok itu bisa kembali beraktivitas dengan layak.
Artikel Terkait
Hujan Deras Pagi Ini, Jakarta Terjebak Lautan Logam yang Diam
Ramadan 2026: Potensi Dua Hari Suci Kembali Menghiasi Indonesia
Hujan Deras Lumpuhkan Transjakarta, Rute Ini Paling Parah
Waspada Banjir, Status Siaga di Dua Titik Ibu Kota Naik ke Level 3