Kampung Jamur Konyel menjadi tujuan pertama. Di sana, bantuan langsung dibagikan. Rombongan kemudian melanjutkan distribusi ke Kampung Atu Payung dan Serule dengan jumlah bantuan yang sama untuk masing-masing desa. Di tempat-tempat itu, warga masih benar-benar terisolasi.
Meski sarana belum pulih, aktivitas belajar anak-anak perlahan sudah berjalan. Makanya, penyaluran perlengkapan sekolah ini diharap bisa bantu semangat mereka belajar di tengah situasi pascabencana.
Selain sekadar menyerahkan logistik, para personel juga menyempatkan ngobrol dengan warga. Mereka mendengarkan keluhan dan berusaha memastikan kebutuhan dasar serta keamanan di daerah terpencil itu tetap terjaga.
Setelah semua bantuan tersalurkan, tim akhirnya tiba kembali di Mapolres pada dini hari Sabtu, sekitar pukul empat pagi. Syukurlah, situasi selama perjalanan terpantau aman dan kondusif.
Taufik berharap akses jalan segera dibuka normal. Tak cuma itu, pemulihan sarana komunikasi, penerangan, dan layanan kesehatan terpadu juga jadi harapan besarnya. Agar masyarakat di pelosok itu bisa kembali beraktivitas dengan layak.
Artikel Terkait
Tiga Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Rp9,42 Triliun
Sidang Korupsi Minyak Mentah Berlanjut hingga Dini Hari, Enam Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara
Kemenag-British Council Latih 613 Guru Bahasa Inggris Madrasah
Prabowo Berbuka Puasa Bersama Seluruh Pemimpin Uni Emirat Arab di Abu Dhabi