Untuk mencapai itu, strateginya adalah membuka pintu lebar-lebar. "Partai ini harus jadi rumah yang nyaman bagi siapa saja. Kuncinya dialektika internal yang sehat. Terbuka, tidak antikritik, dan jauh dari yang namanya baper," paparnya.
Lalu, siapa tokoh kejutannya? Isu panas belakangan menyebut Wakil Ketua Komisi III DPR dari NasDem, Rusdi Masse, berpotensi hengkang ke PSI. Ali tak membantah, tapi juga tak mengiyakan. Ia malah mengarahkan pembicaraan pada fakta lain.
"Saya kasih gambaran saja. Ketua DPW Sulsel kita, Muammar Ferirae Gandi Rusdi, itu kan putra beliau. Kalau putranya sudah di sini, tentu ada persetujuan dari ayahnya, bukan?"
Ali kemudian berargumentasi dengan logika kekeluargaan. "Masak sih seorang ayah mau mempermalukan anaknya sendiri? Atau malah menghancurkan masa depan anak?" tambahnya.
Meski demikian, ia tetap enggan memberikan jawaban yang gamblang. Semua tanda tanya besar itu, kata Ali, baru akan terjawab saat panggung Rakernas dibuka.
"Nantilah, tunggu saja tanggal 30," imbuhnya, menutup percakapan dengan janji yang sengaja dibiarkan menggoda.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram
Serangan AS-Israel Tewaskan 18 Warga di Lamerd, Mayoritas Anak-Anak
Otorita IKN Bagikan 1.000 Mushaf dan Kurma Raja Salman Sambut Ramadan di Samboja
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas di Tengah Eskalasi Perang dengan AS dan Israel