Lantas, bagaimana menjawab tantangan ini? Dibutuhkan intervensi strategis yang menyentuh akar masalah, yaitu pendidikan karakter kebangsaan. Saat ini, salah satu upaya yang sedang dikembangkan adalah Inovasi Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP). Program ekstrakurikuler untuk jenjang SD sampai SMA/SMK ini dirancang sebagai jawaban.
SLP sudah diuji coba di SDN Lagoa 07 Jakarta Utara dan SMPN 28 Jakarta Pusat selama kurang lebih satu setengah tahun. Pendekatannya multihelix, didukung penuh oleh Pemprov DKI Jakarta, akademisi, BUMD, swasta, dan berbagai tokoh masyarakat. Hasilnya? Survei kuantitatif yang didukung BPS RI mencatat perubahan positif pada karakter pelajar.
Kehadiran SLP bertujuan memperkaya pendidikan intrakurikuler dan kokurikuler yang sudah ada. Targetnya jelas: melahirkan Pelajar Berkarakter Kebangsaan yang paham arti dan implementasi 4 Konsensus Dasar Bangsa serta Bela Negara. Mereka juga dilatih untuk mengatasi masalah di bidang ideologi, kesehatan, sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Dukungan juga datang dari Kemenko PMK RI. Uji coba SLP bahkan telah diperluas ke 28 sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dekat IKN.
Generasi muda adalah wajah Jakarta masa depan. Jika mereka kehilangan moral, bangsa ini bisa kehilangan arah. Sebaliknya, jika remaja punya karakter kebangsaan yang kuat, Jakarta akan memiliki identitas sebagai Kota Global yang tangguh. Pada akhirnya, kontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 akan jauh lebih besar.
Pancasila adalah kompas moral yang tak pernah lekang. Ia harus ditanamkan bukan cuma di kurikulum, tapi dalam denyut nadi kehidupan sehari-hari. Sekolah, keluarga, masyarakat, hingga pemerintah harus bersinergi. Nilai-nilai itu harus hidup, tumbuh, dan berkembang.
Menyelamatkan remaja Jakarta dari krisis moral bukan lagi pilihan. Ini kewajiban mutlak. Kita tak bisa berdiam diri melihat bonus demografi berubah jadi bom waktu. Saatnya semua pihak bergerak. Bangsa besar hanya bisa bertahan jika generasi mudanya punya karakter kebangsaan yang kuat.
Hamry Gusman Zakaria.
Praktisi Inovasi Karakter Kebangsaan, Ketua Yayasan Pendidikan Laboratorium Pancasila (YPLP), dan Anggota Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) DKI Jakarta.
Artikel Terkait
Gempa 4,9 SR Guncang Melonguane di Kedalaman 82 Kilometer
Ricuh Suporter Warnai Malam Bogor, Jalanan Sempat Diblokir Massa
Malam Minggu Berdarah di Cilebut: Dikeroyok, Motor Tercebur, Ponsel Direnggut
Tujuh Remaja Diamankan Saat Hendak Tawuran Dini Hari di Palmerah