Tito Karnavian Keroyok Lumpur dan APBD untuk Pacu Pemulihan Bencana Sumatra

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:25 WIB
Tito Karnavian Keroyok Lumpur dan APBD untuk Pacu Pemulihan Bencana Sumatra

Langkah kedua menyentuh aspek pemerintahan dan keuangan. Tito menekankan pentingnya mengaktifkan kembali fungsi pemerintah daerah lewat penyaluran APBD yang cepat. Kemendagri bahkan sudah mengeluarkan surat edaran yang mempermudah perubahan anggaran. Ia memberi contoh praktis: penyaluran dana transfer ke Aceh Tamiang yang tak menunggu semua administrasi rampung. “Mekanisme kecepatan seperti ini sangat diperlukan. Jadi daerah terdampak punya modal,” jelasnya.

Di sisi lain, dukungan sosial dan ekonomi masyarakat tak boleh dilupakan. Itu jadi prioritas ketiga. Bansos seperti PKH, bantuan iuran BPJS Kesehatan, dan sejenisnya harus dioptimalkan untuk menjaga daya beli. Logikanya sederhana: ketika uang bantuan beredar, roda perekonomian lokal, termasuk UMKM, akan kembali berputar.

“Kalau mereka diberikan bantuan seperti BLT, otomatis mereka punya daya beli. Ini akan terjadi putaran uang,” papar Tito.

Selain tiga hal utama itu, masih ada pekerjaan rumah lain yang mendesak. Perbaikan akses jalan, pengurangan jumlah pengungsi di tenda dengan menyediakan huntara, hingga validasi data kerusakan rumah agar bantuan tepat sasaran. Bahkan, operasi modifikasi cuaca di wilayah seperti Gayo Lues dianggap perlu untuk mengantisipasi hujan yang bisa mengganggu proses pemulihan.

Ke depan, Tito berencana menggelar rapat teknis lanjutan dengan para kepala daerah di Aceh untuk menghimpun data yang lebih rinci. Ia juga akan turun langsung meninjau kondisi di sejumlah titik, seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, serta daerah terdampak di Sumut dan Sumbar. Tujuannya satu: memastikan setiap langkah penanganan benar-benar menyentuh kebutuhan yang paling mendasar di lapangan.


Halaman:

Komentar