“Untuk MBG-nya sendiri insya Allah bisa segera dimulai. Tapi soal care giver-nya, masih dalam tahap pelatihan dulu. MBG ini untuk yang usia 75 ke atas dan hidup sendiri, diberikan dua kali sehari,” papar Gus Ipul.
Sebenarnya, program bantuan makanan untuk kelompok ini bukan hal baru. Hanya saja, kini formatnya berubah. “Ini transformasi. Dulu namanya program permakanan untuk lansia dan disabilitas yang dilayani kelompok masyarakat. Sekarang lewat MBG Kemensos, dengan standar yang berbeda dan lebih khusus,” tuturnya.
Di sisi lain, wacana perluasan penerima MBG juga mengemuka. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut ada usulan agar program ini juga menyentuh anak jalanan.
“Terus terang, pembahasan khusus untuk itu belum ada. Tapi terima kasih atas catatan dan masukannya,” kata Prasetyo di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1).
Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi pertanyaan wartawan. Prasetyo menegaskan, pemerintah terbuka terhadap segala masukan untuk menyempurnakan program-programnya.
“Ini contoh masukan yang baik. Kami terus membuka diri. Kalau memang ada hal yang masih luput dari pemikiran kami, silakan disampaikan. Kami akan terbuka,” ujarnya.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata AS-Iran Hanya Jeda, Pasar Global Masih Limbung
Konsumen Kendaraan Niaga Pilih Suku Cadang Berdasarkan Frekuensi Penggantian
Perundingan Nuklir AS-Iran di Pakistan Gagal Lagi, Vance Soroti Penolakan Komitmen Jangka Panjang
Harga Emas Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri 24 Tak Berubah