Ucapan Haikal ini seakan menggemakan keluhan Prabowo sendiri yang sebelumnya sudah disampaikan. Sehari sebelumnya, di Karawang, Presiden memang menyoroti perilaku sebagian elite.
Prabowo tampaknya gerah dengan sikap mereka yang menurutnya hanya fokus pada hujatan dan fitnah. Ia menyebut, saat atlet berjuang atau ada keberhasilan bangsa, yang muncul justru cibiran. “Nggak ada mereka menghargai usaha pemerintah,” ucapnya.
“Ada elite kita sebagian yang kerjanya hanya ngejek, hujat, fitnah, nyinyir, nggak ada keberhasilan bangsa Indonesia, atlet-atlet kita berjuang, nggak ada mereka ucapan selamat, nggak ada mereka menghargai usaha pemerintah, malah selalu ngenyek, ini aneh ya, aneh ini kesehatan jiwa mereka itu agak aneh.”
Ia mengaku bingung. Namun begitu, Prabowo memilih untuk tak terlalu ambil pusing. Menurutnya, mungkin saja mereka hanya pintar di dunia maya. Bahkan, ada sedikit nada curiga dalam ucapannya.
“Saya sendiri bingung, tapi biarlah,” katanya. “Nggak ada urusan itu. Saya kira sedikit mereka itu. Mereka pintarnya hanya di sosial media, nggak jelas juga itu. Jangan-jangan mereka dibayar.”
Jadi begitulah. Di satu sisi, ada pengakuan dari dalam internal tentang pribadi presiden yang religius. Di sisi lain, ada kegelisahan sang pemimpin sendiri terhadap opini-opini yang ia anggap tidak fair. Suasana yang cukup menggambarkan dinamika politik saat ini.
Artikel Terkait
Vietnam Undang Paus Leo XIV, Kunjungan Bersejarah Diantisipasi
Wamenkominfo: AI Kunci Genjot Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian
Letnan Jepang Bertahan di Hutan Filipina 29 Tahun Usai Perang Dunia II
Bareskrim Lacak Aset Tersangka Penipuan Dana Syariah Rp2,4 Triliun