“Selain itu, perbaikan-perbaikan irigasi yang dilakukan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, juga sangat mempengaruhi peningkatan produksi beras di Provinsi Banten,” ujarnya menambahkan.
Di sisi lain, ada kekhawatiran lain yang sering mengemuka. Bagaimana dengan alih fungsi lahan seiring gencarnya pembukaan investasi industri? Andra pun angkat bicara. Ia menjamin perlindungan untuk lahan pertanian tetap jadi prioritas.
“Kita sudah memiliki RTRW dan juga Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Kita konsisten dengan kebijakan tersebut dan akan terus mempertahankannya,” tegasnya.
Harapannya ke depan, tentu saja, hasil pertanian Banten bisa terus naik pada 2026. Untuk mewujudkannya, Andra menyebut akan ada upaya konkret. Salah satunya adalah membuka lahan baru.
“Sedang kita upayakan pencetakan sawah baru yang akan dilakukan bersama-sama dengan Forkopimda. Insyaallah akan kita laksanakan,” pungkas Gubernur.
Artikel Terkait
Kapolda Riau Serukan Kewajiban Moral Kolektif dalam Festival Seni Konservasi Gajah
12 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK di Jakarta, Termasuk Adik Bupati
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka, Sita Uang Rp335 Juta dan Sepatu Louis Vuitton Rp129 Juta
KPK Ungkap Kepala OPD di Tulungagung Terpaksa Berutang Penuhi Jatah Bupati