Trump Kembali Berhasrat Kuasai Greenland, Utusan Khusus Picu Ketegangan Baru dengan Denmark

- Selasa, 06 Januari 2026 | 22:35 WIB
Trump Kembali Berhasrat Kuasai Greenland, Utusan Khusus Picu Ketegangan Baru dengan Denmark

Keinginan Donald Trump untuk menguasai Greenland ternyata belum padam. Wilayah otonom Denmark itu terus memikat perhatian mantan presiden Amerika Serikat itu, meski mendapat penolakan keras dari pemerintah Denmark.

Menurut sejumlah laporan, ambisi ini sudah diungkapkannya bahkan sebelum ia resmi memulai periode kedua kepresidenannya. Intinya sederhana: dia ingin membeli pulau terbesar di dunia tersebut.

"Kami akan membuat Anda tetap aman, kami akan membuat Anda kaya," janji Trump dalam sebuah pidato, seperti dilansir Reuters awal Maret 2025. Gayanya khas, penuh keyakinan. "Bersama-sama, kita akan membawa Greenland ke level yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya."

Dia beralasan, pulau itu sangat penting bagi keamanan militer AS. Luasnya yang luar biasa, sementara populasinya kecil, menjadikannya aset strategis.

Meski sempat tenggelam di tengah berbagai ketegangan luar negeri lainnya, isu Greenland kembali mencuat menjelang akhir 2025. Pemicunya adalah penunjukan Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk Greenland oleh Trump pada 21 Desember.

Langkah itu langsung dibalas Denmark dengan memanggil Duta Besar AS. Situasi pun memanas kembali.

"Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Bukan untuk mineral," tegas Trump beberapa hari kemudian, seperti dikutip AFP. Kekhawatirannya terfokus pada kehadiran kekuatan asing lain di kawasan itu. "Jika Anda melihat Greenland, Anda melihat ke atas dan ke bawah pantai, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana."

Nadanya tak terbantahkan. "Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kita harus memilikinya,"

Dan tentang Landry? Trump dengan santai menambahkan bahwa sang gubernur 'ingin memimpin serangan'. Sebuah pernyataan yang, seperti biasa, meninggalkan banyak tafsir.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar