Rudin, seorang nelayan, mengeluh kayu-kayu itu bertebaran di perairan. "Menghambat keluar masuk kapal," katanya. Mereka jadi was-was, khawatir kapal kecil mereka bisa rusak jika menabrak kayu yang mengambang.
Menurut Rudin, jenis dan potongan kayu yang terdampar itu asing. Ia menduga kuat kayu itu terbawa arus dari seberang, mungkin dari Sumatera, setelah cuaca ekstrim melanda. "Yang jauh lah. Soalnya kayu model begini nggak ada di Pandeglang," tuturnya.
Dari pihak pemerintah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang, Winarno, mengaku mendapat informasi yang serupa dari warga. "Info dari warga berasal dari luar Banten," katanya saat dihubungi terpisah.
Winarno tak tahu persis jumlah kayu yang terdampar. Namun, ia menyatakan bahwa sampah kayu tersebut sudah ditangani. "Sudah dibersihkan," klaimnya singkat.
Artikel Terkait
Nakhoda dan ABK Kapal Putri Sakinah Resmi Jadi Tersangka
KPK Panggil Anggota DPRD Bekasi untuk Perkuat Kasus Bupati Nonaktif
Jaksa Italia Selidiki Tragedi Bar Swiss yang Tewaskan 40 Orang
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Bupati Bekasi dan Wakil Ketua DPRD