Pramono mengiyakan. Ia menegaskan Pemprov siap mengambil alih jika tenggat waktu yang diberikan benar-benar diabaikan. “Iya, karena surat sudah keluar. Kalau tidak bisa mereka lakukan, kami yang akan kerjakan,” tegasnya sekali lagi.
Soal biaya, Gubernur belum mau bocorkan detailnya. Ia mengalihkan pertanyaan itu ke Dinas Bina Marga.
“Silakan tanyakan langsung ke Dinas Bina Marga ya,” katanya singkat.
Memang, proyek monorel Jakarta ini seperti cerita usang yang tak kunjung berakhir. Tiang-tiang betonnya masih berdiri angkuh di beberapa titik, jadi pengingat kegagalan yang tak terurus. Sebelumnya, Pemprov sudah berjanji akan menertibkan proyek mangkrak semacam ini, yang dianggap merusak tata kota dan berpotensi membahayakan.
Kini, di awal tahun 2026, langkah membongkar monorel mangkrak ini jadi prioritas. Bisa dibilang, ini adalah bagian dari upaya Pramono Anung untuk sedikit demi sedikit merapikan wajah Jakarta yang semrawut.
Artikel Terkait
Anggaran dan Kualitas Menu Makanan Bergizi Gratis Ramadan Dipertanyakan, BGN Beri Penjelasan
Serangan Udara Myanmar Tewaskan Belasan Warga Sipil di Pasar Rakhine
Program Makan Bergizi di Purworejo Tetap Berjalan Lancar Selama Ramadan
Bamsoet Dorong Bantuan Pangan Siap Saji untuk Percepat Tanggap Darurat Bencana