“Ayahmu di mana?” tanya pelaku.
“Keluar,” jawab korban.
“Tahu kunci brankas ditaruh di mana?”
“Tidak tahu, mungkin kakak yang tahu,” ujar sambil menunjuk kamar kakaknya di lantai yang sama.
Itu adalah percakapan terakhirnya. Korban kemudian dibawa ke balik lemari dan diikat. Tapi anak itu melawan. Perlawanan itu dibalas pelaku dengan cara yang brutal: tusukan.
“Korban teriak, semakin ditusuk,” jelas Dian dengan nada berat.
Usai aksi penusukan, pelaku buru-buru turun. Kembali ke brankas yang tadi dia obrak-abrik. Bekas darah korban ditemukan di atasnya, termasuk pada tombol kode brankas itu, menjadi saksi bisu kekejaman yang terjadi di lantai atas.
Artikel Terkait
Iran Buka Jalur Aman di Selat Hormuz untuk Dua Pekan, Gencatan Senjata dengan AS Dimulai
Wali Kota Jaktim Buka Suara: Petugas PPSU Unggah Foto Rekayasa AI di JAKI
Bulog Pastikan Stok Kemasan Plastik untuk Distribusi Beras Aman
Trump Tunda Serangan ke Iran, Teheran Siap Balas dan Buka Ruang Negosiasi