Ledakan dan tembakan mengguncang Caracas dini hari Sabtu lalu. Kini, hitungan korban mulai jelas, dan angkanya pahit. Pemerintah Kuba baru saja mengumumkan sedikitnya 32 warganya tewas selama serangan militer Amerika Serikat di ibu kota Venezuela itu. Operasi yang berakhir dengan ditangkapnya Presiden Nicolas Maduro itu memang memicu kecaman dari berbagai pihak.
Tak butuh waktu lama bagi sekutu-sekutu Caracas untuk bersuara. Havana, misalnya, langsung melontarkan reaksi keras terhadap Washington. Mereka menyebut aksi militer AS itu tak bisa diterima.
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, bahkan punya sebutan khusus untuk serangan tersebut.
"Ini adalah serangan kriminal," ujarnya dengan nada tegas. "Zona perdamaian kita sedang diserang secara brutal."
Artikel Terkait
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka dan Sita Rp150 Miliar Emas dalam Kasus Perdagangan Ilegal Senilai Rp25,9 Triliun
Kuota Haji Papua Dipangkas, Waktu Tunggu Membengkak Jadi 28 Tahun
Grace Natalie Buka Pintu Lebar PSI untuk Tokoh Nasional
Fortuner Tabrak Sigra yang Berhenti di Bahu Jalan Gading Serpong