Di Balik Layanan Medis, Prolanis Banyuwangi Tumbuhkan Komunitas Pendukung bagi Penyandang Diabetes

- Kamis, 11 Desember 2025 | 16:15 WIB
Di Balik Layanan Medis, Prolanis Banyuwangi Tumbuhkan Komunitas Pendukung bagi Penyandang Diabetes

Bagi peserta JKN di Banyuwangi yang hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes, Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis dari BPJS Kesehatan ternyata lebih dari sekadar layanan medis. Program ini telah tumbuh menjadi sebuah komunitas yang hangat. Di sanalah dukungan emosional dan tips praktis sehari-hari mengalir, melengkapi fasilitas pemeriksaan yang sudah ada.

Asmawiyah, seorang PNS berusia 57 tahun, merasakan betul manfaatnya. Sejak divonis mengidap Diabetes Melitus pada 2022 lalu, ia rutin mengikuti Grup Prolanis di Puskesmas Sobo.

“Saya senang sekali dapat dukungan dari Prolanis. Fasilitas periksa sih sudah pasti, tapi yang bikin beda adalah dukungan moralnya,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

“Kami sesama penderita diabetes suka curhat. Sharing soal menu makanan apa yang enak tapi aman, olahraga yang cocok, lalu saling ingat-ingatkan. Kalau ada pantangan, ya diusahakan jangan dilanggar.”

Menurut Asmawiyah, pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali itu sangat membantu untuk memantau kondisi. Tapi kegiatan di Puskesmas Sobo nggak cuma itu. Setiap bulan ada jadwal senam kesehatan, ditambah penyuluhan langsung dari dokter dengan materi yang selalu relevan.

“Di sini kami saling ingatkan untuk kurangi gula dan minum obat tepat waktu. Kunci hidup sehat dan panjang umur bagi kami ya disiplin. Nah, Prolanis ini bikin lingkungan yang mendukung kedisiplinan itu,” tambahnya.

Ia punya ajakan untuk para penderita DM lain yang belum gabung. Asmawiyah mengajak mereka mendaftar di FKTP masing-masing. Ia juga menegaskan satu hal: jangan pernah menilai sendiri kondisi tubuh.

“Jangan karena merasa sudah membaik, lalu obat dihentikan tanpa konsultasi dokter. Itu bahaya,” tegasnya.

“Minum obat harus rutin. Dosisnya bisa saja naik-turun sesuai anjuran dokter, tapi jangan berhenti sendiri. Kalau mau sehat dan panjang umur, ikutlah Prolanis. Di sini kita punya banyak teman, bisa bertukar pikiran dan cerita. Pemahaman kita tentang penyakit ini jadi makin dalam.”

Asmawiyah menutup dengan pesan optimis. Menurutnya, semakin sering penderita penyakit kronis berkumpul dan berdiskusi, pemahaman mereka akan meningkat. Alhasil, kepatuhan pengobatan pun jadi lebih baik.

“Semakin rajin kumpul di Prolanis, insyaallah kita sehat bersama. Program JKN ini nggak cuma bayar biaya pengobatan, tapi juga membangun komunitas yang sehat untuk kami,” tutupnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler