Lewat sebuah unggahan di platform X, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tak ragu menyuarakan kritik pedasnya. Sasaran? Amerika Serikat. Anwar mendesak dengan tegas agar AS segera membebaskan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores. Menurutnya, tindakan penangkapan yang dilakukan Washington itu jelas-jelas melanggar hukum internasional.
Unggahan itu muncul pada Minggu (4/1/2026), dan langsung menarik perhatian. Anwar menyatakan ia telah mengamati situasi di Venezuela dengan perasaan was-was yang mendalam.
Bagi Anwar, langkah AS ini bukan cuma soal satu negara. Ini soal preseden. Dan presedennya berbahaya.
Artikel Terkait
Gubernur DKI: Demo Buruh di Patung Kuda Bukan Soal UMP Jakarta
Panen Raya Jagung, Kapolri Serahkan Alsintan dan Bantuan Sosial di Cikarang
Panen Jagung Polri Tembus 743 Ribu Ton, Lahan Tersebar di 36 Polda
Bareskrim Ungkap 21 Situs Judi Online Bermain dari Luar Negeri, Dana Rp 59 Miliar Disita