Lewat sebuah unggahan di platform X, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tak ragu menyuarakan kritik pedasnya. Sasaran? Amerika Serikat. Anwar mendesak dengan tegas agar AS segera membebaskan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores. Menurutnya, tindakan penangkapan yang dilakukan Washington itu jelas-jelas melanggar hukum internasional.
Unggahan itu muncul pada Minggu (4/1/2026), dan langsung menarik perhatian. Anwar menyatakan ia telah mengamati situasi di Venezuela dengan perasaan was-was yang mendalam.
Bagi Anwar, langkah AS ini bukan cuma soal satu negara. Ini soal preseden. Dan presedennya berbahaya.
Artikel Terkait
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur dalam Penerbangan ke Magelang, Sambut HUT ke-80 TNI AU
Pemerintah Arahkan Motor Listrik untuk Pasar Domestik, Motor BBM Digenjot Ekspor
Anggota DPR Ingatkan Ulang Ancaman Kolaps BPJS Kesehatan pada 2026