Pembicaraan di istana itu konon membahas kemajuan lebih dari 600 proyek bersama yang masih berjalan. Tidak sendirian, Maduro ditemani oleh Wakil Presiden Delcy Rodriguez dan Menteri Luar Negeri Ivan Gil. Dari pihak China, selain Qiu Xiaoqi, hadir juga Duta Besar Lan Hu serta sejumlah pejabat senior kementerian luar negeri mereka.
Namun begitu, suasana kondusif itu berubah drastis dalam hitungan jam.
Pada dini hari Sabtu, gelombang serangan besar-besaran dilancarkan AS ke ibu kota Venezuela. Operasi militer itu berpuncak pada pengambilan paksa terhadap Maduro. Mantan Presiden AS Donald Trump kemudian mengklaim bahwa pasukannya telah membawa Maduro beserta istrinya ke wilayah Amerika Serikat.
Urutan kejadian yang begitu cepat ini dari pertemuan diplomatik tinggi ke penangkapan dramatis tentu meninggalkan banyak tanda tanya besar mengenai dinamika kekuatan global saat ini.
Artikel Terkait
Anggota DPR Dukung Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza dengan Catatan
Komisi III DPR Apresiasi Pemecatan Oknum Brimob Pelaku Penganiayaan Siswa di Tual
Satu dari Delapan Buron Rutan Way Kanan Berhasil Ditangkap di Hutan
Gubernur Jateng Operasikan Loader di Pantai Batang, Soroti Darurat Sampah 6,36 Juta Ton