Lebih dari seribu orang memadati pesisir pantai di Batang, Selasa lalu. Aksi bersih-bersih massal ini sengaja digelar bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Tak cuma di satu titik, kegiatan serupa digelar serentak di 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.
Suara mesin loader menderu, memecah riuh pantai. Ahmad Luthfi, didampingi Taj Yasin, naik ke kabin alat berat itu. Dengan cukup lihai, ia menggerakkan tuas kontrol. Bucket baja itu menyenduk tumpukan sampah campuran plastik, kayu, sisa rumah tangga lalu mengangkatnya dan menumpahkan muatan ke dalam bak dump truck yang sudah menunggu.
Aksi singkat itu langsung menyita perhatian. Para relawan yang sedang memungut sampah secara manual pun berhenti sejenak, menyaksikan.
Usai turun dari alat berat, Luthfi tak menepi. Ia langsung menegaskan betapa gentingnya persoalan ini. Menurutnya, kondisi sampah di Jawa Tengah sudah masuk kategori darurat dan butuh langkah nyata, bukan sekadar wacana.
Ucap Luthfi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026).
Ia mengingatkan target Presiden tentang zero waste di 2029. Karena itulah, Gerakan Jateng ASRI harus benar-benar jalan. Luthfi meminta semua bupati dan wali kota segera serahkan data konkret penanganan sampah di daerahnya. "Besok akan saya bawa dalam rapat di tingkat pusat," tegasnya.
Persoalan tak cuma di tumpukan sampah. Luthfi juga menyoroti panjangnya garis pantai Jateng yang mencapai 920 kilometer. Di tempat yang sama, ia mendorong program penghijauan pesisir, seperti Gerakan Mageri Segoro, untuk digencarkan lagi di 17 kabupaten/kota pesisir.
Artikel Terkait
Direktur Dell Indonesia Buka Suara: Belum Pernah Jual Chromebook Sebelum Proyek Kemendikbud
Timnas PK Fokuskan Pengawasan pada Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa
SIG Salurkan 36.000 Bata Interlock untuk Huntap Korban Banjir Padang
Timnas PK Segera Bahas Penurunan Indeks Korupsi dengan Transparency International