Lebih dari 150 pesawat dikerahkan untuk menerbangkan tim tersebut ke ibu kota Venezuela. Mereka mendarat dan menyusup ke kompleks tempat Maduru tinggal. Trump mendeskripsikan tempat itu bukan sebagai istana, tapi lebih mirip benteng yang sulit ditembus. Waktu menunjukkan pukul 02.01 dini hari waktu setempat saat mereka masuk.
Saat itu, kondisi Caracas sedang gelap gulita. AS sebelumnya telah mematikan aliran listrik ke kota. Dalam kegelapan itulah, Maduro berusaha menyelamatkan diri. Ia berlari menuju sebuah tempat aman yang dindingnya diperkuat baja.
Namun begitu, nasib tak memihaknya. Meski sudah sampai di depan pintu, pintu baja itu gagal ditutup. Aksi itu pun berakhir.
Trump menegaskan, tidak ada satupun pasukan AS yang tewas dalam operasi tersebut. Hanya ada 'sedikit' korban luka-luka. Detailnya, ia tak menjelaskan lebih jauh.
Artikel Terkait
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti
Muhammadiyah Bantah Terkait Laporan Polisi terhadap Pandji Pragiwaksono
KPK Tancapkan Taji, Mantan Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji