Keluarga Korban Priok Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Ibu dan Dua Anak

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 22:55 WIB
Keluarga Korban Priok Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Ibu dan Dua Anak

Pengacara keluarga korban, Azam Khan, mendesak penyelidikan menyeluruh atas kematian tiga orang dalam satu rumah di Tanjung Priok. Rencananya, ia bersama keluarga akan mendatangi Polres Jakarta Utara hari Senin nanti. Tujuannya jelas: menanyakan langsung hasil autopsi yang telah dilakukan.

"Iya, kita akan coba ke arah itu apa hasilnya," ujar Azam saat ditemui di rumah duka, Sabtu lalu.

Suasana di lokasi masih terasa berat. Azam melanjutkan, "Kalau pun hasilnya 'Oh ya keracunan', ya sudah. Keracunannya itu dari apa? Lalu kita akan coba berkoordinasi. Ini beli di mana? Kalau ada tas kresek atau bungkus yang dibuang, ada mereknya kan, itu bisa ditelusuri."

Menurutnya, keluarga korban belum memiliki kecurigaan spesifik ke pihak mana pun. Pikiran mereka masih berusaha menyambung-ingat, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Namun, jika nanti terbukti keracunan, maka asal-usul makanan atau minuman yang dikonsumsi harus menjadi titik terang penyelidikan.

"Sebelumnya belum bicara soal itu. Mereka masih mencoba meng-link-kan pikirannya. Tapi menurut Mas Taufik, belum ada kecurigaan ke mana-mana. Tapi akan dicari ke mana," jelas Azam.

Ia bersikeras kasus ini harus tuntas. Pemeriksaan barang elektronik milik korban, seperti ponsel, dinilainya bisa memberi petunjuk penting. Di sisi lain, Azam juga membuka kemungkinan lain.

"Lah kalau bunuh diri bagaimana, Bang Azam?" katanya, mengulang pertanyaan yang mungkin hinggap di banyak orang. "Kalau bunuh diri ya memang tidak ada hukum yang bisa menjerat. Pelakunya sudah meninggal, ya selesai proses hukumnya."

Namun begitu, skenario lain tetap harus dipertimbangkan. "Tapi kalau ternyata orang ini meninggal karena ada pemberian dari orang, atau membeli sesuatu di warung atau restoran... Kok kenapa tiga orang ini yang meninggal, yang lain tidak? Seperti contoh kasus Jessica dulu. Tentu harus diusut. Restorannya diperiksa, BPOM turun tangan, memeriksa makanan di situ," tambahnya tegas.

Korban adalah Siti Solihah (50) beserta dua anaknya: Afiah Al Adilah Jamaludin (28) dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Seorang anak lainnya, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), ditemukan selamat dan masih berjuang di ruang perawatan intensif.

Kisah penemuannya pun menyimpan duka. Jasad mereka ditemukan oleh anak kedua, Khadafi, tepat setelah ia pulang kerja pada Jumat pagi. Siti, yang diketahui sebagai single parent, meninggalkan empat orang anak yang kini harus menghadapi kenyataan pahit ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar