Jadwalnya berjalan ketat. Jenazah almarhum diberangkatkan menuju kampus putri di Mantingan itu sekitar pukul 2:30 sore. Perkiraannya, salat jenazah di sana bakal digelar antara pukul 3:30 sampai 4 sore. Cukup padat.
Usai dari Mantingan, perjalanan dilanjutkan. Rombongan akan menuju Universitas Darussalam Gontor di Kampus Siman. Di Masjid Jami' UNIDA Siman, jadwal salat jenazah berikutnya ditetapkan pada pukul 6:30 malam.
Malam harinya, jenazah kemudian dibawa pulang ke kawasan Gontor. Menurut rencana, jenazah akan disemayamkan sebentar di rumah duka depan Gedung Gambia. Baru kemudian, sekitar pukul 9 malam, akan dipindahkan ke Rumah Keprabon atau Kantor Pimpinan untuk disemayamkan hingga waktu pemakaman.
Suasana duka jelas menyelimuti kompleks pesantren yang luas itu. Kepergian salah satu tokoh sentralnya tentu meninggalkan duka yang dalam bagi seluruh keluarga besar Gontor.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen