Suasana mencekam menyelimuti sebuah rumah di Warakas, Tanjung Priok. Di dalamnya, tiga anggota satu keluarga ditemukan tak bernyawa. Mereka adalah seorang ibu dan dua anaknya. Hari ini, jenazah ketiganya telah dikebumikan di TPU Rorotan, mengakhiri kisah pilu yang menyentuh warga sekitar.
Korban meninggal diketahui adalah Siti Solihah, yang berusia 50 tahun. Bersama dengannya, dua anaknya turut menjadi korban: sang anak pertama, Afiah Al Adilah Jamaludin (28), dan anak keempat, Adnan Al Abrar Jamaludin yang masih belia, 14 tahun. Sedikit ada cahaya di tengah duka, anak ketiga Siti, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), berhasil selamat. Saat ini, ia masih harus berjuang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Husni (56), kakak pertama Siti, tampak hancur. Air matanya tak terbendung saat mengenang adik kesayangannya itu. Pertemuan terakhir mereka masih jelas terngiang.
"Baru tiga hari sebelum kejadian. Saya lupa persisnya, Selasa atau Senin. Dia datang menjenguk saya yang habis dirawat di rumah sakit," kenang Husni dengan suara terisak, ditemui di rumah duka Warakas, Sabtu (3/1/2026).
"Dia bawa ikan mentah, sop mentah. 'Ini dimasak ya, bisa bantu ini aja,' katanya. Saya jawab, 'Iya, nggak apa-apa. Udah cukup itu aja.'"
Menurut Husni, Siti adalah anak keempat dari enam bersaudara. Sosoknya dikenal sangat cerdas dan selalu murah senyum.
"Dia itu luwes banget bergaul. Di tetangga, di saudara, semua kenal baik sama dia. Senyumnya mudah sekali. Dia juga punya latar pendidikan yang tinggi. Kalau di pengajian ibu-ibu, dia sering jadi yang paling pinter jawab pertanyaan, kayak kuis gitu. Teman-temannya pada bilang, 'Dia itu pintar, nggak sembarangan orang,'" tutur Husni menggambarkan.
Artikel Terkait
Maling Gasak Proyektor hingga Kopi di Madrasah Lebak
Imlek 2026: Libur Panjang Sambut Tahun Kuda Api
Pramono Anung Beri Ultimatum: Tiang Monorel Mangkrak Akan Dibongkar Paksa
Greenland Angkat Bicara: Cukup Sudah untuk Ambisi Aneksasi Trump