tambahnya dengan nada kecewa.
Di sisi lain, wacana ini memang sedang hangat. Partai Golkar, misalnya, baru saja merampungkan Rapimnas. Salah satu poin kesepakatan yang mencuat adalah usulan serupa: pilkada melalui DPRD. Mereka juga mendorong koalisi permanen yang lebih ideologis, bukan sekadar taktik sesaat.
"Partai Golkar mendorong transformasi pola kerja sama politik dari sekadar koalisi elektoral yang bersifat taktis menuju pembentukan koalisi permanen yang ideologis dan strategis, berbasis pada kesamaan platform dan agenda kebijakan,"
jelas Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam keterangan tertulisnya.
Soal pilkada, Bahlil menyatakan partainya mengusulkan sistem perwakilan itu sebagai wujud kedaulatan rakyat. Tentu dengan catatan, partisipasi publik harus tetap jadi prioritas dalam prosesnya.
Gelombang dukungan pun mulai terlihat. Tak hanya PKB dan Golkar, sejumlah partai lain seperti NasDem dan Gerindra juga mulai membuka suara. Mereka ikut mengkaji, atau setidaknya, menyimak usulan perubahan sistem pilkada ini dengan saksama. Perdebatan panjang tampaknya akan segera dimulai.
Artikel Terkait
Kejagung Kejar Aset Riza Chalid Usai Penetapan Tersangka Baru
ITS Kembangkan Bensin Sawit Benwit sebagai Alternatif Energi Nasional
Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Vietnam, Lolos ke Final Piala AFF 2026
FC Cincinnati Serius Incar Neymar, Komunikasi dengan Perwakilan Pemain Sudah Dibuka