Lagi-lagi, warga Bogor yang biasa mengandalkan BisKita Transpakuan harus mencari alternatif. Sejak kemarin, layanan angkutan umum itu terhenti total di semua koridornya. Rupanya, ini bukan kali pertama terjadi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat lalu. Menurutnya, penyebabnya berkaitan dengan siklus kontrak tahunan.
"Benar, jadi gini BisKita itu berkontrak per tahun, jadi per 31 Desember itu selesai. Nah 1 Januari inikan masih proses pengadaan barang dan jasa. Jadi pasti ada kesenjangan angkutan," jelas Sujatmiko.
Dia mengakui, situasi ini memang menimbulkan kekosongan layanan. "Bahwa BisKita itu berkontrak per tahun dan berakhir di tanggal 31 Desember. Jadi otomatis per 1 Januari tidak ada pengadaan jasa. Nah akhirnya perlu dicari," ucapnya lagi.
Artikel Terkait
Danau Kampus Unri Dijadikan Solusi Atasi Banjir di Dua Kecamatan
Bareskrim dan Kejagung Gelar Perkara Kayu Gelondongan Pemicu Banjir Bandang
Nyawa Melayang di Kamar Kos, Tersangka Teman Sendiri Gara-Gara Utang Rp 700 Ribu
Pajak Kondom China: Upaya Kontroversial Atasi Krisis Kelahiran