"Saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang sudah bekerja keras sampai saat ini," kata Prabowo membuka pembicaraan.
Namun begitu, ia langsung menyinggung soal kewajiban pemerintah. Baginya, kehadiran negara untuk rakyat adalah sebuah keniscayaan. Titik. Bahkan di hari pergantian tahun sekalipun, kewajiban itu tidak boleh absen.
Lalu, soal kehadiran para pejabat tinggi di lokasi terdampak? Prabowo punya penjelasannya sendiri. Ia menegaskan, kedatangan menteri atau kepala lembaga ke lapangan bukanlah untuk sekadar jalan-jalan. Tujuannya jelas: memeriksa keadaan secara langsung, memastikan bantuan tepat sasaran, dan mengambil keputusan berdasarkan apa yang dilihat dengan mata kepala sendiri.
Di sisi lain, ia sepertinya memahami bahwa citra "turba" atau turun ke bawah kadang memang rentan disalahtafsirkan. Apalagi jika yang tampak hanya sekelompok pejabat berjas, berfoto, lalu pergi. Tapi bagi Prabowo, esensinya ada pada fungsi pemeriksaan itu sendiri. Itu yang ia tekankan.
Rapat koordinasi di Aceh Tamiang itu pun berlanjut dengan pembahasan teknis. Suasana lapangan yang sedikit berdebu, di antara sisa-sisa reruntuhan dan bangunan baru yang sedang didirikan, menjadi saksi pernyataan sang Presiden.
Artikel Terkait
BisKita Transpakuan Mogok Lagi, Warga Bogor Kembali Terjebak
Kemendiktisaintek Tegaskan Kasus Nama Alumni Berubah di Database Sudah Tuntas
Koster Buka Data: Kunjungan Wisatawan Asing ke Bali Tembus Rekor Sepuluh Tahun
Korban Pelecehan di Bus Transjakarta Bongkar Dalih Pelaku: Saya Juga Tidur, Ngantuk